realita cinta di losari camp

clock

Senin, 14 Mei 2012

face book : Kusna Anagg Comunigus
twitter       : @prasetyo _bhulle_

KARENA DIRIMU

.
saat dahulu kauu yg bgtuu mniis kuu knalii ..
kauu begitoo akuh tux mngnalii ..
stiiap waktuu kau habiskan denganku ..
tiada hrii yg kau lwatii tanpa aku di sampingmuu ..
tapi kini roda kehidupan tlah brputar ,.
tiada yg dapat mncegah menolak akan sbuah knyataan ..
cerita lalu yang begitu manis kini harus berakhir dengan sbuah perpisahan yang amat sangat menyaqtkan ..
ku harus mlihatmu jlas brsanding dengan lelaki lain yg kau plihh .,
sakit tlah trlnjur sakit .,
mungkin hati ku bagaikan kayu yg tlah mnjadi arang ..
karna mu yg tlah singgah dikehidupan ku ..

lukisan hatimu

Lukisan hatimu masih tetap tersimpan di dalam rumah kalbuku, sama halnya dengan guratan pena cinta itu, masih berada di kotak relung yang sama.
Sebelum fajar merekah, kuberanikan diri untuk kembali membuka tiap gores kanvas cinta dan garis pena hatimu, dan apa yang kutakutkan sebelumnya tidaklah terbukti.
Warna-warna pelangi hati masih tetap seperti dulu, tak meluruh sedikitpun. Dan garis-garis pahatan rasa-mu masih terbentang kokoh.
Kiranya, ini saatnya aku kembali berdiri dengan sebuah jawaban di lenganku dan tujuan di pergelangan kaki ku, untuk aku mampu berjalan melangkah.
Meski sejuta ragu terus menghinggap benakku. Dan Aku tahu,ini tak akan mudah buat ku. Karena rasa itu masih terus manyalakan percik-percik udara segar dan terus mengalirkan gemericik aliran rasa.
Dan aku tau, pilihanku ini akan menusuk tepat kedalam denyut nadimu, perih dan membuat dirimu seolah ingin balik menghujam seribu bilah pisau ke arahku. Aku mengerti itu…dan aku tak kuasa untuk menoleh kembali…Bantu aku untuk menggapai secercah kilau cahaya kunang-kunang malam..
Aku memilih untuk terus berjalan, dan memilih untuk terus menyimpan lukisan hati dan goresan pena cintamu..disini…di kotak yang paling dalam dan aman, dimana tak seorangpun mampu menyentuhnya selain aku…dan hangatnya masih terus terasa…disini, tepat di relung sukmaku.

cikampek , di ujung ku patah hati ..
from; kusna prasetyo

Ungkapan hati ku

Aku di sini, duduk terdiam bersama serpihan perihku. Sakit ku mengingat saat kau di sisiku. Dulu, kau memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Rasa itu terukir dalam dengan indah. Tapi tak ku sangka, rasa sayang yang selama ini kau beri hanyalah kebahagiaan yang semu. Kau mengagungkan sesuatu yang kau sebut cinta dengan topengmu, yang dibaliknya tersembunyi seribu bilah pisau yang siap menyerangku dan menusuk jantungku. Atas nama cinta, kau bersandiwara di depanku.
Saat kau bercerita tentang peran baikmu dalam sandiwara yang berbeda. Begitu lihai kau merangkai kata dan mengucap janji manis yang sangat indah terdengar. Awalnya aku bisa mengabaikan semua rayuan manismu, tapi kau memang takmau menyerah. Bagaimanapun juga aku seorang pria yang selalu terbawa perasaan, akhitnya hatiku luluh saat kau berkata ''ku lbih memilih kau dri pada dia''
waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodoh aku yang percaya dengan ucapanmu. Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. Diam-diam kau menusukku dari belakang dengan belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata cinta yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.
Apa kau masih menjunjung tinggi janji yang pernah kau berikan untukku? Janji bahwa kau takkan pernah meninggalkanku.
Mengapa hati ini masih menyimpan kenangan bersamamu? Setiap detik di sisimu terekam jelas dan tersimpan indah di sudut hati kecilku. Tapi semua itu hanyalah sandiwaramu, kau adalah seorang pemain yang memiliku seribu topeng dan beribu tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang kau mau.
Kau mendekatiku dengan bualanmu untuk menjadikanku permainan. Setelah kau mendapatkan kesenangan yang kau cari, kau membuangku dan menganggapku tak pernah ada dalam hidupmu. Entah apa yang membuatmu melakukan semua itu. Apa rasa sakit yang pernah kau ceritakan itu yang membuatmu tak punya perasaan lagi seperti ini? Atau memang inilah dirimu yang sebenarnya?
Seharusnya aku mendengan apa kata mereka, tapi aku terlalu angkuh dengan perasaan itu. Ya…hatiku terlalu meninggikanmu karena terlalu mudah aku terbuai oleh setiap katamu. Salah ku memberimu kesempatan untuk bermain api dibelakangku. Sekarang aku hanya bisa menyesali kepolosanku berhadapan dengan orang sepertimu.
Tapi apa gunanya rasa sesal itu? Aku telah tersakiti, perih yang sangat dalam dan aku harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan. Aku malu dengan diriku.
Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. Kini ku pikir kan ku simpan semua kenangan kita namun takan pernah ku ingat , .

Kamis, 10 Mei 2012

Jangan awali hari dengan penyesalan hari kemaren karna akan menggangu hebatnya hari ini & akan merusak indahnya hari esok ..!!!